
Heriza Budiman, A.Md.Akup.,S.Hut.,M.M. saat memberikan penjelasan
Jumat (24/03/2023) Prodi DIII Akupunktur melaksanakan Kuliah PakarBagi Dosen, Alumnus, Dan Mahasiswa TA 2022/2023 dengan topik “Metode Twist Therapy Untuk Mengatasi Nyeri”. Narasumber Heriza Budiman, A.Md.Akup.,S.Hut.,M.M. Beliau mendalami berbagai Ilmu Pengobatan dengan Basic Keilmuan Akupunktur dengan Kompetensi LSKAI sejak 2013 dan Hipnoterapi berpraktik sampai saat ini. Sebagai Lulusan D3 Jurusan Akupuntur dari ITSK dr. Soepraoen Malang 2021.
Sejak 2018 mengenalkan dan mengembangkan serta memasyarakatkan Sujok sebagai sebuah Metode Pengobatan di Indonesia. Beserta Team senantiasa Mengedukasi Masyarakat dengan Sujok. Untuk lebih strategis dan sistematis maka Sujok Indonesia sejak 2021 telah mengaktifkan berdirinya Akademi Sujok Indonesia dengan harapan agar metode pengobatan asli Korea yang telah di temukan oleh Prof Park Jae Woo terus memasyarakat di indonesia dan bisa di terima. Juga lebih dipahamkan pada segenap lapisan masyarakat baik kecil, besar tua, muda, dan lain lain sebagainya.
Nyeri adalah masalah kesehatan dunia diperkirakan setiap tahun 20% populasi dunia mengalami nyeri dan setengahnya adalah nyeri kronis. Di Amerika, nyeri merupakan alasan utama yang membuat orang datang mencari pusat pelayanan kesehatan. Berdasarkan penelitian di Amerika tahun 2012, terdapat sebanyak 86,6 juta orang dewasa yang mengalami nyeri akut setiap hari dan 25,5 juta memiliki nyeri kronis. Di Indonesia belum ada penelitian skala besar yang membahas prevalensi dan kualitas semua jenis nyeri. Indonesia juga belum memiliki parameter praktis untuk menilai nyeri, tingkat kenyamanan pasien, dan efek nyeri terhadap kualitas hidup rakyat Indonesia (Kemenkes, 2022)
“Dengan dilaksanakan kuliah pakar ini harapannya dapat meningkatkan pengetahuan dosen, alumnus, dan mahasiswa Prodi D-III Akupunktur ITSK RS dr Soepraoen khususnya Metode Twist Therapy untuk mengatasi nyeri.”
Heriza juga menjelaskan pentingnya mendapatkan informasi praktis dan akademik terkait bidang studi yang saat ini digeluti sehingga makin yakin dengan prospek pendidikan yang ditempuh saat ini bagi pengembangan masa depan. Walaupun kuliah pakar tersebut dilaksanakan dengan aplikasi zoom, akan tetapi antusias dari pesertanya sangat luar biasa dengan jumlah mencapai 117 peserta.
Prodi DIII Akupunktur mengharapkan lulusannya mampu menggunakan jarum akupunktur dan moksibusi untuk meningkatkan fungsional sistem gerak, sensorik, dan motorik, organ dalam (Zang Fu), psikis, adiksi, dan kesehatan anak (P1C15) serta terampil khususnya pada aspek penyakit kronis.










